IMN, SORONG– Gempita perhelatan demokrasi Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Gubernur-Wakil Gubernur, Walikota-Wakil Walikota, Bupati dan Wakil Bupati) terasa di seluruh Indonesia.
Tidak terkecuali di Kota Sorong, pesta demokrasi semakin di ambang mata, di mana hari pemungutan dan penghitungan suara jatuh pada 27 November 2024.
Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Sorong, Septinus Lobat-H. Anshar Karim dengan tagline LO’SARI, terus melakukan konsolidasi kepada timnya.
Pendukung LO’SARI ini, secara simultan mengadakan rapat pembentukan pengurus dan relawan pemenangan LO’SARI, Senin, 2/9/2024.

Septinus Lobat-H. Anshar Karim juga membentuk relawan Gemoy.
Hal ini guna menyatukan pilihan pada putra MOI, yaitu Septinus Lobat yang berpasangan dengan H. Anshar Karim.
Dalam rapat pembentukan tim pengurus dan relawan bakal calon Wakil Walikota Sorong H. Anshar Karim, menegaskan, pihaknya sudah menyiapkan visi-misi untuk “Kota Sorong Lebih Baik” dan pastinya terjadi perubahan.
“Visi misi ini sudah dikonsultasikan di Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar,” ungkapnya.
Anshar Karim menambahkan, keseriusannya dalam membuat visi misi yang tepat untuk Kota Sorong, ia pun memaparkan gambaran umum visi-misi tersebut.
Yakni ; “Bersih Hijau dan Sejahtera”. Masalah utama kota Sorong adalah banjir dan sampah perkotaan yang belum teratasi,” tandas H. Ansar Karim. Menurutnya, ada ketidaktepatan dalam penanganan sampah di kota Sorong. Harusnya, sampah itu bukan hanya diangkut dan dibuang, tapi alangkah baiknya dibarengi dengan kegiatan pembersihan.
“Paling sedikit 50 orang jadi petugas kebersihan, dan mereka bekerja selama delapan jam,” paparnya.
Demikian halnya penghijauan dan penanaman pohon di jalan trotoar, juga harus digiatkan, pembangunan pasar sentral dan pembangunan Gedung Olahraga Pancasila segera direalisasikan.

Ketua Tim relawan Nusantara LO’SARI H. Sahabudin, mengatakan, jika relawan-relawan LO’SARI bukan relawan yang biasa, tetapi mereka orang-orang yang luar biasa. Siap berjuang demi meraih kemenangan dan menjadikan putra MOI sebagai Walikota Sorong periode 2024-2029.

Sekadar diketahui, Sorong, merupakan ibukota Provinsi Papua Barat Daya. Kota Sorong menjadi ibukota Provinsi Papua Barat Daya berdasarkan UU Republik Indonesia No. 29 Tahun 2022 tentang pembentukan Provinsi Papua Barat Daya. Ada pun hari jadi Kota Sorong, ditetapkan pada tanggal 28 Februari Tahun 2000.(RM)
editor : rompis












