Edukasi Anti-kekerasan untuk Orang Tua dan Anak Mahasiswa KKN 115 Unhas di SDN 20 Tala-tala

oleh
oleh

IMN, BANTAENG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Edukasi Interaktif Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak dan Penguatan Pola Asuh Positif” di SDN 20 Tala-Tala, Kecamatan Bantaeng, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan ini dirancang untuk menyatukan persepsi antara siswa dan orang tua mengenai pentingnya lingkungan keluarga yang aman, suportif, dan bebas dari kekerasan fisik maupun verbal.

Acara diawali dengan pemaparan materi oleh Irnawati, penanggung jawab program kerja. Ia menjelaskan secara mendalam mengenai bentuk-bentuk kekerasan yang sering tidak disadari serta cara menerapkan pola asuh positif.

Untuk memperkuat pemahaman, para peserta diajak menonton film pendek bertema pengasuhan. Sesi ini ditutup dengan diskusi hangat, di mana orang tua diajak berefleksi mengenai pesan moral film tersebut.

Keseruan memuncak saat sesi games interaktif menggunakan media cardboard (papan) bertuliskan YA dan TIDAK. Mahasiswa memberikan berbagai studi kasus terkait pola asuh, dan peserta harus menjawab cepat dengan mengangkat papan tersebut. Melalui sistem eliminasi, suasana menjadi kompetitif namun penuh tawa, sekaligus menjadi tolak ukur sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi.

Irnawati, selaku penanggung jawab kegiatan, menegaskan bahwa perubahan pola pikir harus dimulai dari lingkungan terkecil.

“Kami ingin orang tua sadar bahwa mendidik bukan berarti menekan. Melalui visualisasi film dan permainan, pesan pencegahan kekerasan ini lebih mudah diterima daripada sekadar ceramah satu arah,” ungkap Irnawati.

Salah satu orang tua siswa, Ibu Syamsiah memberikan tanggapan menyentuh terkait pentingnya kontrol emosi dalam mendidik anak.

“Kegiatan ini membuka mata kami. Terkadang sebagai orang tua, kita khilaf. Padahal, jika anak melakukan kesalahan, baiknya ditegur secara baik-baik dengan bahasa yang lembut, bukan dengan kekerasan. Kekerasan tidak akan memperbaiki keadaan, justru membuat jarak antara anak dan orang tua,” tutur Ibu Syamsiah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unhas berharap semangat pola asuh positif ini tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi mencetak generasi emas Bantaeng yang tumbuh dalam kasih sayang.(*/re)

banner 336x280