IMN, SORONG — Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, S.Pd.I., MM, menegaskan bahwa program Makanan Bergizi Gratis (MBG) harus tepat sasaran dan diberikan sesuai standar keamanan serta kualitas gizi. Ia mengingatkan agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjalankan tugas secara profesional, mulai dari penyediaan hingga distribusi makanan.
Ahmad Nausrau menilai masih terdapat kelalaian dalam pelaksanaan program tersebut. Karena itu, ia tidak segan memberikan sanksi tegas kepada SPPG yang berulang kali melakukan kesalahan.
“Saya kira keamanan pangan sangat penting. Jangan sampai terjadi human error atau kelalaian yang menyebabkan anak-anak sakit, apalagi sampai keracunan,” ujarnya.
Menurutnya, SPPG yang terlalu sering menimbulkan insiden kelalaian lebih baik dihentikan operasionalnya. “Kita akan berikan sanksi dan cabut izinnya jika perlu,” tegasnya.
Sebelumnya, pada 10 November 2025, SPPG Sorong Manoi Malawei mengirim makanan MBG ke SDN 14 Kota Sorong yang didapati mengandung daging ayam berbau busuk. Kondisi tersebut membuat para siswa tidak mampu mengonsumsi makanan tersebut.
Menanggapi kejadian itu, Anggota LP-KPK, F. Rumbiak, mengingatkan bahwa jika anak-anak Orang Asli Papua (OAP) sampai sakit perut atau keracunan akibat MBG, maka hal tersebut akan menjadi masalah serius.
“Ini tidak kita inginkan. Karena itu, perbaiki pelayanan, jaga kebersihan dan keamanan makanan. Jangan sampai terulang seperti yang terjadi di SDN 14 Kota Sorong,” pungkasnya. (RM)









