Tantangan Transportasi di Sulawesi : Mengatasi Hambatan Menuju Konektivitas Regional yang Berkelanjutan

oleh

IMN, MAKASSAR– Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Sulawesi Selatan melakukan Webinar Nasional series satu bekerjasama dengan Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dan Teknologi Tepat Guna (TTG) LP2M Universitas Negeri Makassar, secara online, Kamis (20/3/2025).

Qadriathi Dg Bau selaku sekretaris MTI Sulsel sekaligus Kepala Pusat PKM TTG LP2M UNM mengatakan kegiatan Webinar Nasional ini sangat diperlukan untuk memberikan informasi sekaligus mengedukasi mengenai kondisi transportasi di Indonesia khususnya di Pulau Sulawesi.

” Webinar Nasional ini sebagai informasi edukasi terkait kondisi transportasi di Indonesia, khususnya di Pulau Sulawesi,”ujar Qadriathi Dg Bau.

Lanjut, kata Qadriathi, Webinar ini dilakukan berkesinambungan dengan berbagai tema yang menarik dan up to date serta menghadirkan narasumber yang ahli dibidangnya baik dari akademisi, praktisi maupun stake holder terkait.

Dalam seminar series pertama mengangkat tema ” Tantangan Transportasi di Sulawesi : Mengatasi Hambatan Menuju Konektivitas Regional yang Berkelanjutan” yang menghadirkan Prof. Adris A Putra, Ketua MTI Sulawesi Tenggara, sekaligus akademisi Universitas Halu Oleo dan Dr.Mukhtar Tahir Ketua MTI Sulawesi Selatan sekaligus dosen Universitas Muslim Indonesia, sebagai narasumber dan keynote speaker Ketua MTI Pusat Tory Damantoro.

Webinar online ini dihadiri lebih dari 211 peserta dari beberapa Universitas di Indonesia, Praktisi, dan anggota MTI wilayah masing-masing.

Dalam sambutan Tory Damantoro di webinar online ini, mengapresiasi pelaksanaan webinar,dan menekankan jika konektivitas regional harus sejalan dengan visi Indonesia dalam mencapai target dekarbonisasi transportasi, dimana sektor ini harus lebih efisien dalam penggunaan energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan konektivitas yang dibangun mesti sesuai dengan kebutuhan daerah dan potensinya.

“Sulawesi memiliki potensi besar untuk menjadi contoh bagaimana konektivitas regional yang berkelanjutan dapat dibangun di Indonesia,” tegas Tory.

Sementara,Prof Adris yang mengangkat materi” Peranan penting dan strategis Transportasi dalam pembangunan nasional” dan backbone dari kegiatan perekonomian yang dapat mengurangi disparitas kesenjangan antar daerah. Dimana, pelabuhan menjadi kunci utama keseluruhan rantai pasok sehingga perbaikan pada pelabuhan akan berdampak pada keseluruhan biaya rantai pasok. APBN yang terbatas dan partisipasi swasta yang kurang menjadi Tantangan investasi Pelabuhan.

Lanjut,Prof Adris menjelaskan, Dominasi arus peti kemas di empat pelabuhan utama, kondisi teknis dan kinerja yang masih di bawah rata-rata internasional, hanya 23% jaringan pelayanan yang saling terhubung, transport cost hinterland tinggi, tingginya domestic freight via darat dan flatform it ( software) tiap pelabuhan berbeda menjadi permasalahan logistik nasional.

Solusi dari permasalahan tersebut, perlunya upaya optimalisasi kebijakan sistem logistik nasional, sistemisasi dan digitalisasi layanan Pelabuhan untuk meningkatkan kualitas layanan, dan implementasi teknologi industry 4.0.

Narasumber lainnya, Dr Mukhtar memberikan gambaran permasalahan transportasi regional Sulawesi meliputi : aksesibilitas terbatas, infrastruktur tidak memadai, baik darat, laut,udara, ketimpangan wilayah tidak merata, koordinasi antar sektor, kendala geografis, keselamatan transportasi yang kurang, dampak lingkungan, serta keterbatasan anggaran sehingga diperlukan solusi yang tepat untuk memecahkan permasalahan tersebut.

Dari webinar series ini, dapat disimpulkan, jika saatnya Sulawesi melangkah maju, Sulawesi memiliki potensi besar untuk menjadi model konektivitas regional yang berkelanjutan di Indonesia dengan kombinasi inovasi, koordinasi dan berkelanjutan, tantangan transportasi akan dapat diatasi secara bertahap dengan menjadikan transportasi menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.

“jika saatnya Sulawesi melangkah maju, Sulawesi memiliki potensi besar untuk menjadi model konektivitas regional yang berkelanjutan di Indonesia dengan kombinasi inovasi, koordinasi dan berkelanjutan, tantangan transportasi akan dapat diatasi secara bertahap dengan menjadikan transportasi menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan,”lanjut Qadriathi Dg Bau sebagai moderator menutup rangkaian sesi diskusi.

Webinar nasional ini semakin menegaskan peran MTI sebagai organisasi yang menjadi acuan profesional bidang transportasi, menuju terbentuknya sistem transportasi yang berkelanjutan dan sesuai dengan aspirasi segenap pemangku kepentingan.

banner 336x280