Festival Danau Tempe 2024, Targetkan Pengunjung Dua Puluh Ribuan

oleh
oleh
Danau Tempe memiliki luas sekitar 13.000 hektar dan merupakan danau penghasil ikan air tawar terbesar di dunia. Bila dilihat dari ketinggian, bagaikan sebuah baksom raksasa-raksasa, posisinya berada di lembah hingga menampung aliran air dari beberapa aliran sungai yang ada di Sulawesi Selatan.

I.M.N, WAJO– Festival Danau Tempe (FDT) merupakan event pariwisata tahunan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Akan dihelat dari tanggal 23 Agustus-28 Agustus 2024.

FDT didesain untuk mengenalkan Danau Tempe pada publik dunia yang merupakan danau purba yang masih bertahan hingga saat ini.

Danau Tempe memiliki luas sekitar 13.000 hektar dan merupakan danau penghasil ikan air tawar terbesar di dunia. Bila dilihat dari ketinggian, bagaikan sebuah baksom raksasa-raksasa, posisinya berada di lembah hingga menampung aliran air dari beberapa aliran sungai yang ada di Sulawesi Selatan.

Danau ini merupakan sumber penghasilan bagi masyarakat wilayah pesisir khusus masyarakat yang bermukim di sekitar Danau Tempe, masyarakat pesisir Soppeng dan Sidrap.

Danau Tempe kesohor akan ikan-ikan endemiknya berupa spesies ikan air tawar yang tidak dapat ditemui di tempat lain ini yakni ikan mujair, ikan gabus, ikan sepat, ikan emas, ikan kertas, ikan tawes, ikan lele, dan udang.

Danau Tempe tidak hanya kaya dengan ekosistem danau, tapi lingkungan manusia di kawasan tersebut tersebut punya kekhasan tersendiri.  FDT 2024 ini  akan berlangsung di dua view atau matra yakni yakni matra danau di pesisir Desa Assorajang, Kecamatan Tanasitolo dan matra darat di kota Sengkang, ibu kota Kabupaten Wajo tak jauh dari danau tektonik yang kesohor akan ikan-ikan endemiknya berupa spesies ikan air tawar yang tidak dapat ditemui di tempat lain ini yakni ikan mujair, ikan gabus, ikan sepat, ikan emas, ikan kertas, ikan tawes, ikan lele, dan udang.

Danau Tempe yang eksotis.

Kini, Danau Tempe memerlukan perhatian yang lebih khusus setelah mengalami pendangkalan. Upaya pemerintah Kabupaten Wajo untuk merawat dan melestarikan danau yang masuk dalam peta dunia tersebut kini perlu terus didorong.

Tahun ini FDT mengangkat tema Harmoni Danau Tempe. Danau ini pula kerap menjadi kawasan penelitian bagi para ilmuwan dan menjadi kawasan konservasi bagi pegiat lingkungan.

Nelayan di Danau Tempe.

Data dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Wajo menyebut tercatat ajang-ajang di matra danau yakni Lomba Perahu Hias, Lomba Perahu Dayung, dan Lomba Perahu Mesin.

Sementara di matra darat sangat variatif dengan ajang-ajang Karnaval Busana Sengkang, Idola FDT, Lomba Kuliner, Lomba Desain Motif Sutra, Lomba Peragaan Busana Hijab Cilik, Lomba Desain Logo Porprov XVIII Sulsel, Lomba Menyanyi, Peragaan Busana Sutra, Peragaan Busana Adat, Seni Pertunjukan, dan Lomba Tari Kreasi.

“Salah satu upaya Pemerintah dan bentuk komitmen Pemerintah untuk memperkenalkan dan memajukan wisata Danau Tempe adalah digelarnya Festival Danau Tempe yang dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 23 Agustus,” ungkap Anjas Asmarah, S.S., M.A.P.,  Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif (Ahli Madya) pada Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Wajo.(red)

banner 336x280