IMN,MAKASSAR – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Sulawesi Selatan bekerjasama dengan LP2INSIGG Yogyakarta menggelar Webinar nasional series dua secara online, Sabtu (22/3/2025).
MTI Wilayah Sulawesi Selatan yang sebagian besar pengurusnya berlatarbelakang akademisi, dimana tugas seorang akademisi meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sering disebut Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Bentuk pengabdian kepada Masyarakat dengan memberi pelatihan, penyuluhan, atau penataran kepada masyarakat,dalam menunjang pelaksanaan tugas umum pemerintah dan pembangunan, membuat atau menulis karya pengabdian kepada masyarakat.
Selain tugas pokok dosen juga memiliki tugas penunjang dan tugas tambahan.
“Tugas penunjang bertujuan untuk mengembangkan diri dosen menjadi anggota organisasi profesi dosen.Salah satu organisasi profesi dosen yaitu Masyarakat Transportasi Indonesia,” kata Qadriathi Dg Bau selaku Sekretaris MTI Wilayah Sulawesi Selatan dan juga sebagai Ketua LP2INSIGG ,dalam memberikan penjelasan arti tema yang diangkat dalam webinar series kedua ini.
Tema tersebut yaitu “Strategi Penyusunan Proposal Pengabdian Kepada Masyarakat DPPM 2025” dengan menghadirkan Narasumber, Prof Wisnu Nurcahyo yang merupakan tim penyusun buku panduan penelitian dan pengabdian masyarakat BIMA Kemdikti-Saintek RI dan sejak tahun 2006 sebagai reviewer Nasional pengabadian Masyarakat Dikti dan Reviewer BRIN sekaligus guru besar Universitas Gadjah Mada.
Ketua MTI Wilayah SulSel Dr. Mukhtar saat memberikan sambutan menyambut baik tema ini sesuai momen yang dibutuhkan para akademisi dalam menyusun proposal pengabdian masyarakat yang pengusulannya akan berakhir di 7 April 2025.
“Webinar ini sangat menarik dengan jumlah peserta mencapai 117 perwakilan dosen seluruh Indonesia dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, NTT sampai Papua padahal waktu sosialisasi relatif sangat singkat hanya sehari tapi karena tema yang diusung sangat up to date sehingga peserta yang kesemuanya dosen antusias untuk menyimaknya,”ujar Ketua MTI Wilayah SulSel Dr. Mukhtar.
Sementara itu, Dalam pemaparan Prof Wisnu , menyampaikan bidang focus RIRN hingga tahun 2045 terdiri dari 8 (delapan) bidang meliputi: pangan, energi, kesehatan, transportasi, rekayasa keteknikan, hankam, maritim, soshum dan multidisplin yang kesemuanya memberikan solusi inovatif untuk pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan sosial , lebih lanjut menekankan strategi dan kiat-kiat dalam menyusun proposal pengabdian kepada masyarakat.
“Perlu memperhatikan skema yang eligible terdapat di akun BIMA masing-masing dosen jika belum ada tapi sudah memenuhi syarat dibutuhkan bantuan operator perguruan tinggi masing-masing. Ketua maupun anggota pengusul tidak sedang tugas atau ijin belajar dan perguruan tinggi pengusul tidak dalam status pembinaan (terkena sanksi) dan melibatkan mahasiswa aktif,”tegas Prof Wisnu.
Selain itu, kata Prof Wisnu,
Jarak mitra maksimal 200 meter dibuktikan dengan google maps jika jarak mitra lebih dari 200 maka dibutuhkan surat keterangan dari ketua LPPM, yang menjadi penekanan juga surat keterangan dari mitra dan mitra berasal dari umkm bukan perusahaan.
Adapun luaran pengabdian kepada masyarakat meliputi peningkatan level, artikel ilmiah jurnal terindeks sinta, publikasi pada media massa, karya audio visual maupun karya visual.
Diakhir pemaparan Prof Wisnu memberikan beberapa contoh pengabdian yang lolos pembiayaan dan di sesi tanya jawab berjalan sangat komunikatif dengan pertanyaan dari para peserta.
“Jangan hanya membaca PPT saja namun harus baca buku Panduan BIMA,”tutup Prof Wisnu mengakhiri diskusi.









